Sejarah Jabal Rahmah Bukit Kasih Sayang di Padang Arafah

sejarah jabal rahmah di padang arafah

foto jabal rahmah

Pendahuluan Sejarah Jabal Rahmah

Jabal Rahmah (جبل الرحمة), yang berarti “Bukit Kasih Sayang,” adalah salah satu situs bersejarah yang terletak di Padang Arafah, sekitar 20 kilometer dari Kota Makkah, Arab Saudi. Tempat ini memiliki nilai sejarah dan spiritual yang tinggi, terutama bagi umat Islam yang sedang melaksanakan ibadah haji.

Selain itu, Jabal Rahmah dikenal sebagai tempat pertemuan kembali antara Nabi Adam عليه السلام dan Hawa setelah diusir dari surga. Meskipun kisah ini tidak disebutkan secara eksplisit dalam Al-Qur’an, ia berkembang luas dalam tradisi dan literatur Islam.

Letak dan Kondisi Geografis Jabal Rahmah

Jabal Rahmah terletak di tengah Padang Arafah, sebuah padang luas yang menjadi tempat pelaksanaan wukuf, yaitu salah satu rukun haji yang paling utama.

Sejarah Jabal Rahmah dan Signifikansi Religius

1. Pertemuan Nabi Adam dan Hawa

Menurut riwayat populer dalam literatur Islam klasik, Nabi Adam عليه السلام dan Hawa diturunkan dari surga ke bumi di tempat berbeda: Adam di India, Hawa di Jeddah. Setelah bertahun-tahun mencari, keduanya dipertemukan kembali oleh Allah ﷻ di Padang Arafah, tepatnya di Jabal Rahmah.

Karena itulah bukit ini dijuluki sebagai Bukit Kasih Sayang, simbol penyatuan kembali manusia pertama.¹

2. Tempat Wukuf Rasulullah ﷺ

Pada tanggal 9 Dzulhijjah tahun 10 H, Rasulullah ﷺ melaksanakan wukuf di Arafah dalam Haji Wada’. Beliau berhenti di kaki Jabal Rahmah dan menyampaikan khutbah yang terkenal, yaitu Khutbah Wada’, yang berisi pesan tentang:

Meski Rasulullah ﷺ tidak naik ke atas bukit, kawasan ini tetap dihormati karena menjadi bagian dari lokasi wukuf.

Tradisi Jamaah di Jabal Rahmah

Banyak jamaah haji maupun umrah mengunjungi Jabal Rahmah untuk berdoa dan mengenang peristiwa penting dalam sejarah Islam.

Umumnya mereka:

Namun para ulama mengingatkan agar tidak berlebihan dalam mengaitkan keberkahan Jabal Rahmah tanpa dalil syar’i yang kuat.³

Pandangan Ulama tentang Amalan di Jabal Rahmah

Beberapa jamaah menuliskan nama mereka atau pasangannya di batu-batu sekitar bukit. Hal ini dianggap bid’ah oleh sebagian ulama, karena tidak ada tuntunan dari Nabi ﷺ maupun para sahabat.

Syaikh Abdul Aziz bin Baz رحمه الله berkata:

“Tidak disyariatkan untuk mendaki Jabal Rahmah atau shalat di atasnya, karena Nabi ﷺ tidak melakukannya. Demikian pula tidak boleh menulis nama di atas batu-batunya karena itu adalah bentuk perbuatan sia-sia dan menyerupai kaum musyrikin.”⁴

Jabal Rahmah adalah simbol spiritual yang kuat bagi umat Islam, mengingatkan kita pada kasih sayang, taubat, dan rahmat Allah.

Meskipun tidak ada keutamaan khusus yang disyariatkan untuk mendaki atau berdoa di atasnya, Jabal Rahmah tetap memiliki makna historis yang mendalam dalam sejarah Islam.

Daftar Referensi

  1. Al-Hafizh Ibn Katsir, Al-Bidayah wan Nihayah, Dar al-Kutub al-‘Ilmiyyah, Jilid 1, hlm. 79.

  2. Imam Muslim, Shahih Muslim, Hadis no. 1218.

  3. Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin, Majmu’ Fatawa wa Rasail, Jilid 23, hlm. 32.

  4. Syaikh Abdul Aziz bin Baz, Majmu’ Fatawa wa Maqalat Mutanawwi’ah, Jilid 17, hlm. 344.

Artikel Lainnya bisa di https://tomboatitour.com/info-umroh-haji-terbaru/

Informasi Umroh dan Haji bisa hubungi WA : 0813-7076-0999