Sejarah Masjid Quba di Madinah

Sejarah Masjid Quba: Masjid Pertama Dalam Islam

Pendahuluan

Sejarah Masjid Quba menjadi bagian penting dalam perjalanan Islam, karena masjid ini dikenal sebagai masjid pertama yang dibangun oleh Rasulullah ﷺ, bahkan sebelum Masjid Nabawi di Madinah. Masjid Quba tidak hanya memiliki nilai sejarah yang tinggi, tetapi juga keutamaan ibadah di dalamnya sebagaimana disebutkan dalam berbagai hadis.

Dalam perjalanan panjang sejarah Islam, terdapat sejumlah tempat yang memiliki kedudukan sangat istimewa, bukan hanya karena nilai spiritualnya, tetapi juga karena keterkaitannya langsung dengan perjuangan dan kehidupan Rasulullah ﷺ. Salah satu tempat yang demikian adalah Masjid Quba, masjid pertama yang dibangun dalam Islam.


Lokasi dan Sejarah Masjid Quba

Masjid Quba terletak di kawasan Quba, sekitar 5 kilometer di selatan Masjid Nabawi, Madinah. Masjid ini dibangun oleh Rasulullah ﷺ pada saat beliau tiba di Madinah dalam peristiwa hijrah dari Makkah.

Setibanya di perkampungan Quba, Nabi ﷺ menetap selama beberapa hari dan meletakkan batu pertama pembangunan masjid bersama para sahabat. Oleh karena itu, Masjid Quba memiliki status istimewa sebagai masjid pertama yang didirikan dalam sejarah Islam, bahkan sebelum Masjid Nabawi dibangun.

Keutamaan Masjid Quba dalam Al-Qur’an dan Hadis

Allah SWT menurunkan ayat dalam Al-Qur’an yang menyebutkan keutamaan masjid yang dibangun atas dasar takwa sejak hari pertama, yang oleh para mufassir dijelaskan merujuk kepada Masjid Quba.

Firman Allah SWT:

“Sesungguhnya masjid yang didirikan atas dasar takwa sejak hari pertama adalah lebih patut kamu shalat di dalamnya…”
(QS. At-Taubah: 108)

Rasulullah ﷺ pun rutin mengunjungi Masjid Quba setiap hari Sabtu, baik dengan berjalan kaki maupun berkendara, dan menganjurkan umat Islam untuk mendatanginya serta shalat di dalamnya, karena pahalanya setara dengan ibadah umrah.

Pembangunan Masjid Quba di Masa Rasulullah ﷺ

Ketika Rasulullah ﷺ melakukan hijrah dari Makkah ke Madinah pada tahun 622 M (1 H), beliau singgah di wilayah Quba’ selama beberapa hari sebelum masuk ke pusat kota Madinah. Di tempat inilah beliau membangun masjid yang kini dikenal sebagai Masjid Quba.

Menurut keterangan dalam kitab Sirah Nabawiyah karya Ibnu Hisyam:

“Maka hal pertama yang dilakukan Rasulullah ﷺ ketika tiba di Madinah adalah singgah di Quba’ dan meletakkan dasar masjid di sana.”
(Ibnu Hisyam, As-Sirah an-Nabawiyyah, Juz 1, hlm. 493)

Keutamaan Shalat di Masjid Quba

Rasulullah ﷺ bersabda:

“Barang siapa bersuci di rumahnya, kemudian pergi ke Masjid Quba dan shalat di dalamnya, maka baginya pahala seperti umrah.”
(HR. Ibnu Majah no. 1412, dinilai sahih oleh Al-Albani)

Hadis ini menunjukkan besarnya keutamaan shalat di Masjid Quba, sehingga banyak ulama menganjurkan jamaah haji dan umrah untuk meluangkan waktu berkunjung dan shalat di sana.

Peran Sejarah Masjid Quba dalam Masyarakat Islam Awal

Selain sebagai tempat ibadah, Masjid Quba berfungsi sebagai pusat pertemuan dan pengajaran bagi para sahabat yang tinggal di sekitar Quba. Rasulullah ﷺ disebutkan rutin mengunjungi Masjid Quba setiap hari Sabtu, sebagaimana diriwayatkan dalam Shahih al-Bukhari dan Muslim.

“Rasulullah ﷺ biasa mendatangi Masjid Quba setiap hari Sabtu, baik dengan berkendara maupun berjalan kaki.”
(HR. al-Bukhari no. 1193 dan Muslim no. 1399)

Renovasi dan Perkembangan Masjid Quba

Masjid Quba telah mengalami beberapa kali renovasi sepanjang sejarah:

  1. Pada masa Khalifah Umar bin Khattab dan Utsman bin Affan, masjid diperluas dan diperkuat.

  2. Pada masa Daulah Umayyah dan Abbasiyah, ditambahkan kubah dan ornamen.

  3. Renovasi besar dilakukan oleh Sultan Utsmani.

  4. Terakhir, Kerajaan Arab Saudi memperluasnya menjadi masjid megah modern tanpa menghilangkan nilai sejarahnya.

Penutup: Nilai Spiritual Sejarah Masjid Quba

Sejarah Masjid Quba bukan sekadar kisah tentang bangunan, melainkan simbol awal kebangkitan umat Islam di Madinah. Ia menjadi saksi hijrah Rasulullah ﷺ dan awal mula pembangunan masyarakat Islam yang kokoh.

Dengan memahami sejarah Masjid Quba, kita diajak merenungi pentingnya membangun peradaban yang berlandaskan takwa, iman, dan kebersamaan.


Referensi Kitab

  1. Ibnu Hisyam, As-Sirah an-Nabawiyyah, Dar al-Ma’rifah, Beirut.

  2. Al-Qurthubi, Tafsir al-Qurthubi, Dar al-Kutub al-‘Ilmiyyah.

  3. Ibnu Katsir, Tafsir al-Qur’an al-‘Azhim, Muassasah Qurthubah.

  4. Shahih al-Bukhari dan Muslim.

  5. Sunan Ibnu Majah, Kitab al-Masajid.

 

Artikel lainnya : https://tomboatitour.com/info-umroh-haji-terbaru/
Paket Umroh dan haji kami di https://tomboatitour.net/