Pendahuluan
Sumur Peninggalan Rasulullah ﷺ menjadi jejak sejarah yang penting dalam perjalanan dakwah Islam di Madinah. Air merupakan unsur kehidupan yang sangat berharga, dan beberapa sumur (bi’r) memiliki nilai istimewa karena berhubungan langsung dengan Nabi Muhammad ﷺ serta para sahabat. Sumur-sumur ini menjadi saksi perjuangan awal dakwah Islam, tempat turunnya wahyu, dan amal wakaf yang masih dikenang hingga kini.
Artikel ini mengulas beberapa sumur peninggalan Rasulullah ﷺ, lengkap dengan sejarah, keutamaan, serta sumber rujukan dari kitab-kitab turats.
1. Sumur Ruma (بئر رومة) – Wakaf Utsman bin Affan
-
Sejarah: Sumur ini dibeli dan diwakafkan oleh Utsman bin Affan r.a., sahabat Nabi dan khalifah ketiga. Awalnya dimiliki seorang Yahudi yang menjual air dengan harga mahal.
-
Keutamaan: Rasulullah ﷺ bersabda:
“Barang siapa yang mampu membeli Sumur Ruma untuk disedekahkan di jalan Allah, maka lakukanlah.” (HR. al-Nasa’i no. 8870) -
Hingga kini, wakaf Utsman masih tercatat resmi dalam dokumen Kementerian Wakaf Saudi.
2. Sumur Aris (بئر أريس) – Sumur Cincin Nabi
-
Terletak dekat Masjid Quba, Madinah.
-
Dikenal sebagai Bi’r al-Khatam karena cincin Nabi ﷺ pernah jatuh ke dalamnya.
-
Abu Musa al-Asy‘ari meriwayatkan:
“Nabi ﷺ duduk di pinggir Sumur Aris dan memasukkan kedua kakinya ke dalam airnya.” (HR. Bukhari no. 3674) -
Di sekitar sumur ini pula pernah diadakan musyawarah kepemimpinan Islam pasca wafat Nabi ﷺ.
3. Sumur Ghars (بئر غرس) – Air untuk Memandikan Nabi
-
Terletak ±2 km dari Masjid Nabawi.
-
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Jika aku wafat, mandikanlah aku dengan air dari Sumur Ghars.” (HR. Ibn Majah no. 1628) -
Karena itu, air dari sumur ini digunakan untuk memandikan jenazah Nabi ﷺ.
4. Sumur Budha‘ah (بئر بضاعة) – Sumur dengan Keajaiban Air
-
Meski pernah menjadi tempat pembuangan kotoran dan darah haid, airnya tetap suci selama tidak berubah sifatnya.
-
Jabir bin Abdullah r.a. berkata:
“Kami mengambil air wudhu dari Sumur Budha‘ah meski di dalamnya terdapat bangkai dan darah.” (HR. Abu Dawud no. 66) -
Para ulama menjadikannya dalil hukum thaharah (kesucian).
5. Sumur Ha’ (بئر حاء) – Wakaf Abu Thalhah
-
Sumur yang paling dicintai Abu Thalhah r.a.
-
Saat turun QS. Ali Imran: 92 tentang infak harta terbaik, Abu Thalhah mewakafkan sumur ini kepada Nabi ﷺ.
-
Rasulullah ﷺ memujinya:
“Itu adalah harta yang menguntungkan.” (HR. Bukhari & Muslim)
6. Sumur di Rumah Nabi ﷺ – Dalam Area Masjid Nabawi
-
Berada di kamar Sayyidah Aisyah r.a., kini masuk dalam area Raudhah Masjid Nabawi.
-
Rasulullah ﷺ menggunakan air sumur ini untuk kebutuhan rumah tangga dan bersuci.
-
Saat ini tertutup untuk umum demi menjaga kesucian area.
Tabel Daftar Sumur Peninggalan Rasulullah ﷺ
| No | Nama Sumur | Lokasi | Keterangan Singkat |
|---|---|---|---|
| 1 | Bi’r Ruma | Madinah | Diwakafkan oleh Utsman bin Affan |
| 2 | Bi’r Aris | Dekat Masjid Quba | Tempat jatuhnya cincin Nabi ﷺ |
| 3 | Bi’r Ghars | Timur Madinah | Airnya dipakai memandikan Nabi ﷺ |
| 4 | Bi’r Budha’ah | Madinah | Airnya tetap suci meski tercemar |
| 5 | Bi’r Ha’ | Madinah | Disedekahkan oleh Abu Thalhah |
| 6 | Sumur Rumah Nabi | Dalam Masjid Nabawi | Dipakai untuk kebutuhan Nabi ﷺ |
Kesimpulan
Sumur Peninggalan Rasulullah ﷺ adalah saksi sejarah kehidupan Nabi dan para sahabat. Sumur-sumur ini mengajarkan nilai wakaf, kesederhanaan, dan kepedulian sosial yang tetap relevan bagi umat Islam hingga kini. Sebagian besar sumur tidak lagi aktif, namun lokasinya masih terjaga dan menjadi tujuan ziarah sejarah di Madinah.
Referensi
-
Al-Zurqani, Syarh al-Mawahib, Juz 1, hlm. 230.
-
Ibn Sa’d, Tabaqat al-Kubra, Juz 3.
-
Imam Bukhari, Shahih al-Bukhari, Kitab al-Fadha’il.
-
Saudi Tourism – Madinah (external link)
Artikel Lainnya : https://tomboatitour.com/info-umroh-haji-terbaru/
Paket Umroh dan Haji Plus Tombo Ati Tour : https://tomboatitour.net/