Rupiah Melemah, Pemerintah Tegaskan Biaya Haji 2026 Tetap Aman untuk Jemaah

Biaya Haji 2026 tetap aman meski rupiah melemah

Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat dan riyal Saudi kembali menjadi sorotan publik. Di tengah tekanan kurs yang mendekati Rp17.000 per dolar AS, muncul kekhawatiran biaya ibadah haji tahun 2026 akan ikut terdampak.

Namun pemerintah memastikan Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) 2026 tetap aman dan tidak akan dibebankan kepada jemaah.

Kementerian Haji dan Umrah menegaskan bahwa risiko fluktuasi nilai tukar telah diantisipasi sejak awal oleh Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH), jauh sebelum isu pelemahan rupiah ramai diperbincangkan.

Risiko Kurs Sudah Dikelola Sejak Awal

Pemerintah menegaskan bahwa Biaya Haji 2026 tetap dijaga stabil meskipun rupiah melemah terhadap dolar AS dan riyal Saudi.

Dengan pengelolaan yang matang, Biaya Haji 2026 dipastikan tidak memberatkan jemaah.

Menteri Haji dan Umrah, Mochammad Irfan Yusuf, menyampaikan bahwa pengelolaan risiko nilai tukar sepenuhnya berada di tangan BPKH. Dengan sistem manajemen risiko yang telah disiapkan, gejolak kurs tidak serta-merta menjadi alasan untuk menaikkan biaya yang dibayarkan jemaah.

Menurutnya, dana haji dikelola dengan prinsip kehati-hatian agar stabilitas biaya tetap terjaga meski terjadi dinamika ekonomi global.

Efisiensi Biaya Tanpa Mengorbankan Layanan

Selain pengelolaan risiko kurs, pemerintah juga menerapkan strategi efisiensi pada berbagai komponen biaya haji. Wakil Menteri Haji dan Umrah, Dahnil Anzar Simanjuntak, menjelaskan salah satu langkah konkret dilakukan pada biaya konsumsi jemaah.

Biaya makan jemaah diturunkan dari 40 riyal menjadi 36 riyal per orang per hari, tanpa menurunkan kualitas maupun standar pelayanan selama di Tanah Suci.

Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari upaya menjaga keseimbangan anggaran sekaligus memastikan kenyamanan jemaah tetap menjadi prioritas utama.

Pengelolaan Dana Harus Bersih dan Transparan

Dahnil menegaskan bahwa seluruh proses pengelolaan dana haji harus berjalan bersih, tanpa rente, dan tanpa permainan. Setiap sisa anggaran yang tidak terpakai wajib dikembalikan ke BPKH agar pengelolaan dana haji tetap transparan dan akuntabel.

Prinsip ini menjadi fondasi penting agar kepercayaan publik terhadap pengelolaan dana haji terus terjaga.

Jemaah Tetap Dilindungi Meski Kurs Bergejolak

Dengan pengelolaan risiko yang matang dan strategi efisiensi yang terukur, pemerintah memastikan beban jemaah tidak ikut terguncang, meski nilai tukar rupiah mengalami tekanan.

Singkatnya, kurs boleh bergejolak, tetapi biaya haji jemaah tetap dijaga stabil.

Sumber berita dari Ashpirasi

Baca juga: Biaya Haji Plus Resmi dan Masa Tunggu Terbaru : https://tomboatitour.com/program-haji-plus/