Dilansir dari https://www.harianbhirawa.co.id/keberangkatan-umroh-via-juanda-dibuka-hari-ini/

Lion Berangkatkan 392 Jamaah, Garuda 260 Jamaah
Pemprov, Bhirawa

Setelah izin Pelaku Perjalanan Luar Negeri (PPLN) diberikan melalui pintu Bandara Internasional Juanda, Pemprov Jatim segera mengoordinasikan pemberangkatan jamaah umroh yang akan dimulai hari ini, Senin (14/3). Tercatat dua penerbangan bakal bertolak dari bandara Juanda mulai hari ini, yakni maskapai Lion yang membawa 392 jamaah dan besok maskapai Garuda dengan jumlah 260 jamaah.

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa menjelaskan, regulasi pada pemerintah Arab Saudi tidak lagi mewajibkan tes swab PCR saat keberangkatan. Tetapi saat kepulangan, sesuai SE Gugus Tugas Covid-19 tetap akan dilakukan swab PCR di bandara tujuan akhir kepulangan. Untuk mempersiapkan hal itu, Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) bersama PHRI dan Dinkes Jatim telah berkoordinasi terkait tempat karantina di 27 hotel yang setara dengan 1.299 bed.

“Jadi sambil mereka menunggu hasil swab selesai bisa istirahat dulu di hotel. Dan ketika hasilnya negatif maka mereka boleh langsung kembali ke rumah masing-masing,” jelas Khofifah saat konfrensi pers persiapan pemberangkatan umroh di Grahadi, kemarin Minggu (13/3).

Khofifah menuturkan, hari ini merupakan pemberangkatan pertama dari Juanda setelah dua tahunan PPLN hanya terpusat di Bandara Soekarnk Hatta. Karena selama ini, Bandara Juanda menutup perjalanan luar negeri kecuali kedatangan Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang melalui Juanda. “Mulai besok (hari ini) khusus untuk perjalanan umroh sudah dimulai keberangkatannya dari Juanda. Dimulai dari Lion besok, lusa Garuda dan seterusnya,” ujar Khofifah.

Lebih lanjut Khofifah menjelaskan, Pangdam dan Kapolda yang selama ini mengordinasikan kepulangan PMI dan PPLN akan menjadi bagian yang terus melakukan kewaspadaan bersama. Sehingga, perjalanan umroh ini harus tetap diikuti dengan kehati-hatian dalam menjaga protokol kesehatan. Terutama bagi yang lanjut usia dan lansia dengan komorbit.

Ini harus dilakukan kehati-hatian sangat, karena memang pandemi Covid-19 belum bisa disebut selesai. “Meskipun angkanya sudah melandai, tetapi seluruh proses ini akan berseiring dengan ikhtiar untuk terus menurungkan penularan Covid-19,” tandasnya.

Sementara itu, Kepala Kanwil Kementerian Agama Jatim Husnul Maram mengungkapkan terima kasih atas perjuangan Gubernur Khofifah dalam merealisasikan harapan masyarakat Jatim untuk dapat berangkat umroh lewat pintu Juanda. Selama masa pandemi ini, antrean jama’ah umroh yang tunda mencapai sekitar 9 ribu orang. Namun, sebagian ada yang telah diberangkatkan melalui pintu Soekarnk Hatatta, Jakarta sehingga sisanya saat ini ada 8.041 jamaah umroh yang belum berangkat.
Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Panjaitan secara resmi mengizinkan pemberangkatan ibadah Umroh dan Perjalanan Luar Negeri melalui Bandara Juanda, Sidoarjo, Jatim.

Kepastian itu disampaikannya usai melakukan Rapat Koordinasi Pembukaan Bandara Juanda untuk Pelaku Perjalanan Luar Negeri (PPLN) termasuk umroh di Hotel JW Marriot Surabaya, Jum’at (11/3).
Rapat koordinasi tersebut diikuti oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Pangdam V Brawijaya Mayjen TNI Nurchahyanto, Kapolda Jatim Irjen. Pol. Nico Afinta, Pakar Epidemiologi Unair Windhu Purnomo, Perwakilan PT. Angkasa Pura, serta Otoritas Bandara Juanda.

Pemerintah pusat sesungguhnya telah membuka kembali pemberangkatan ibadah Umroh mulai 8 Januari 2022 lalu. Namun, keberangkatan dan kepulangan umroh masih melalui Bandara Internasional Soekarno Hatta.

Menko Marves mengatakan, meskipun pemberangkatan umroh dan PPLN melalui Bandara Juanda telah dibuka kembali per hari ini, Jum’at (11/3), namun akan efektif dalam beberapa hari menunggu kesiapan berbagai pihak di Jatim. “Jadi tidak hanya umroh, tapi juga keberangkatan dan kedatangan internasional ya. Prinsipnya sama seperti di Jakarta dan Bali untuk kedatangan internasionalnya. Seperti umroh berangkat dari Jawa Timur, kembali di Jawa Timur,” katanya.

Dijelaskan, sesuai dengan Surat Edaran (SE) Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Nomor 12 Tahun 2022 tanggal 8 Maret 2022 tentang Protokol Kesehatan Perjalanan Luar Negeri pada Masa Pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19), untuk PPLN yang memasuki wilayah Indonesia diberlakukan masa karantina satu hari.

“Jadi ketika datang dilakukan tes PCR di airport atau di hotel atau asrama haji. Bila negatif bisa langsung pulang, tapi bila positif maka harus karantina. Soal paspor kita semua berlaku visa on arrival, jadi apa yang terjadi di Jakarta sama dengan yang terjadi di Surabaya,” ujar Menko Marves Luhut. [tam.wwn].

Sumber : https://www.harianbhirawa.co.id/keberangkatan-umroh-via-juanda-dibuka-hari-ini/